Selasa, 24 April 2018

RUSA PUTIH DAN KALUNG PERMATA PUTERI ZAHARA




Riang hati Puteri Zahara menunggangi kuda poni kesayangannya, hilir mudik mengelilingi padang rumput di pinggir hutan. Hari itu Puteri  Zahara diajak oleh raja untuk berburu binatang ke hutan yang terletak di balik bukit, hutan itu masih terlihat sangat rimbun dan masih banyak hewan berkeliaran yang cocok untuk diburu demi kesenangan.

Kamis, 05 April 2018

PEPPY, SI PEMBURU GARONG



PEPPY, SI PEMBURU GARONG

Penulis : Aliyul Wafa


Prang...prang...krompyang, berjatuhan piring dan gelas di dapur sederhana milik keluarga Humaira. Suara mengeong saling bersahutan antara Peppy dan Garong, saling serang antar keduanya menimbulkan gaduh hingga halaman belakang. Perut Garong tertumbuk kepala Peppy, membuat tubuh Garong berguling beberapa kali di rerumputan. Tumbukan Peppy ternyata membuat nyali Garong ciut, secepat kilat Garong melompat pagar, pergi meninggalkan kediaman yang dihuni oleh keluarga Humaira, gadis kecil yang masih duduk di taman kanak-kanak.

MONYET SAHABAT KURA-KURA



Monyet Sahabat Kura-kura

Penulis : Aliyul Wafa

Terlihat di kejauhan seekor monyet sedang bergelayut di batang pohon raksasa yang sudah sangat tua, pohon itu begitu rindang, sehingga banyak hewan yang bermain di sekitarnya. Di belakang pohon itu terdapat sumber air yang sangat jernih, sumber air itu tertahan oleh tanah yang meninggi sehingga membentuk telaga kecil. Kawanan burung, rusa, monyet dan kura-kura sering bermain bersama di telaga.

Rabu, 04 April 2018

AKHIR RIWAYAT MURAI BATU YANG CONGKAK





AKHIR RIWAYAT MURAI BATU
YANG CONGKAK

Penulis : Aliyul Wafa

Cuit..cuit..cuit..nyaring riuh suara nyanyian si Murba, semilir angin mengantar nyanyian itu hingga ujung hutan kecil yang terletak di garis khatulistiwa. Irama merdu itu terdengar hampir seharian, para penghuni hutan sudah terbiasa menikmati anugerah suara indah yang diberikan Tuhan kepada Murba si burung Murai Batu.

Nyanyian Murba dimulai saat mentari hendak naik ke  singgasananya, seakan mengiringi pancaran cahaya  jingga yang  perlahan berubah menjadi putih bersih membawa kehangatan bagi alam semesta. Nyanyian itu tak akan merendah meskipun mentari sudah di puncak, Murba akan tetap bernyanyi sambil berteduh di rindangnya mahoni. Bahkan hingga mentari mulai bersiap untuk kembali ke peraduan, Murba tak lelah bersenandung.

Selasa, 03 April 2018

KARMA ASTUTI SI RATU ULAR





KARMA ASTUTI SI RATU ULAR

Oleh : Aliyul Wafa

Pagi itu sangat cerah, sinar mentari menelusuk masuk melalui sulur beringin tua yang nampak angkuh. Kilatan cahaya dilontarkan percikan air danau memantul ke atas dahan. Kesan itu menggelayutkan tidur Astuti yang semakin dalam dibawah rindangnya pohon beringin itu. Genap satu minggu Astuti si ular betina itu tertidur pulas tanpa gangguan setelah memakan anak rusa yang bertubuh tambun.

"Plak", kerikil kecil mengenai kepala Astuti. Perlahan mata lebarnya terbuka, diedarkan pandangan matanya ke sekeliling untuk mencari siapa gerangan yang berani mengganggu tidurnya. "Plak", kali ini badan tambunnya yang terkena lemparan batu yang ukurannya lebih besar dari batu pertama tadi. Menggeliat badan Astuti, dijulurkan kepalanya semakin ke atas agar semakin jelas pandangan mata jelinya. sepotong tanduk bercabang terlihat samar menyumbul dari balik batu hitam di tepian danau.